oleh

Opini Jodoh rezeki kematian bilingual Bahasa Indonesia English

Belajar Bahasa Inggris Opini Jodoh rezeki kematian bilingual Bahasa Indonesia English

Jodoh, rezeki dan kematiansetiap insan sudah ditentukan semenjak di dalam kandungan ketika ruh ditiupkan. 3 rahasia besar ini tidak diketahui oleh seorang manusia. Seiring dengan perjalanan hidupnya 3 hal di atas tadi menemaninya dari lahir sampai meninggal dunia.
Selama hidup di dunia manusia hanya bisa menjalankan apa yang menjadi kehendakNya. Jika si insan itu diberi rezeki yang melimpah maka Allah akan memberikan jalan kemudahan bagi dia dalam usahanya, pekerjaannya maka dia akan memperoleh rezeki dari ikhtiarnya, dia menjadi kaya dan dapat mengumpulkan harta. Jika si insan itu ditakdirkan menjadi miskin secara harta, maka Allah memberi di jalan kepada kemiskinan walaupun dia bekerja dan berusaha namun rezekinya dibatasi olehNya.
Jodoh Penulis bernama Trumiasih 🙂
Miskin dan kaya adalah dua sisi yang bertolak belakang. Miskin identik dengan penderitaan dan kaya identik dengan kesejahteraan. Dua sisi ini sebenarnya adalah bentuk ujian Tuhan kepada kedua hambaNya. Tuhan hendak menguji hambanya dengan cara berbeda. Yang kaya diuji dengan harta yang berlimpah, Tuhan hendak menguji apakah dia mampu menahan hawa nafsunya. Dengan hartanya itu apakah dia mampu mengelolanya secara bijaksana. Apakah di sombong dan kikir terhadap hartanya? Kemanakah ia membelanjakan hartanya itu? Lain lagi dengan si miskin, Tuhan hendak mengujinya apakah dia kuat hidup dalam kekurangan? Apakah dia tetap istiqomah beriman kepadaNya? Bentuk ujian yang berbeda. Semua rezeki datang dari Allah manusia hanya menjalankan apa yang sudah ditetapkanya. Tidak hal yang perlu disombongkan di dunia ini karena semuanya akan kembali kepadaNya. Si miskin maupun si kaya di hadapan Tuhannya memiliki derajat yang sama.
Begitu pula dengan jodoh, itu adalah salah satu rahasia yang tak akan pernah diketahui oleh setiap insan. Apa yang dikehendaki kita belum tentu dikehendaki Tuhan. Setiap manusia berpasang-pasangan, dan jika pada waktunya nanti dia akan menemukan jodoh hidupnya. Manusia hanya bisa melangkah dan melangkah berikhtiar dan berdo’a. Sekuat-kuatnya kita berusaha memaksakan jodoh kita, jika Tuhan tak menjodohkan kita dengan seseorang yang kita inginkan pada akhirnya akan pisah dan tak dapat bersatu.
Kemudian yang terakhir adalah kematian. Jika kekayaan dan jodoh terdengar enak di telinga kita, maka yang satu ini adalah sebaliknya. Ya kematian adalah pemutus kenikmatan setiap insan manusia. Kematian itu sendiri adalah suatu yang misterius, kita tak akan pernah tahu kapan dan di mana kita akan meninggal. Kematian tak dapat ditolak. Kematian tak dapat diundurkan atau dimajukan walaupun hanya sesaat. Kematian akan tetap mendatangi kita walaupun kita berlindung di tembok yang kokoh sekalipun. Kematian bisa datang kapan saja tanpa permisi. Kematian dapat mendatangi setiap manusia tanpa memandang umur baik anak-anak, muda, atau tua.
Dari ketiga hal tadi, kita dapat mengambil pelajaran untuk kita sendiri. Bahwa Rezeki, jodoh dan kematian itu suatu hal yang misterius dan di luar kemampuan dan kehendak manusia. Itu adalah kehendak Tuhan. Kita sebagai makhluknya hanya menjalankan apa yang sudah ditetapkaNya. Marilah kita bersikap bijak terhadap anugrah kehidupan yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Kita lakasanakan seperti air mengalir sesuai dengan titahNya.
English Version:
Mate, sustenance and death for every human being has been determined since in the womb when the spirit is blown. These 3 great secrets are unknown to a human being. Along with the journey of his life 3 of the above things accompanied him from birth to death.
During life in the world, humans can only carry out what is His will. If the person is given abundant sustenance, then Allah will provide a way of convenience for him in his endeavor, his work, then he will receive sustenance from his endeavors, he will become rich and be able to collect wealth. If the person is destined to become poor in wealth, then God gives in the way of poverty even though he works and tries but his sustenance is limited by Him.
Poor and rich are two opposite sides. Poor is synonymous with suffering and rich is synonymous with well-being. These two sides are actually a form of the Lord’s test of His two servants. God wants to test his servant in a different way. The rich are tested with abundant wealth, God wants to test whether he is able to withstand his lust. With that wealth, is he able to manage it wisely. Is he arrogant and miserly with his property? Where does he spend his property? Another thing with the poor, God wants to test whether he is strong in living in need? Does he still believe in Him? Different test forms. All sustenance comes from God, man, only doing what he has set. There is nothing to be proud of in this world because everything will return to Him. The poor and the rich before their Lord have the same degree.
Likewise with mate, it is one of the secrets that every human being will never know. What we want is not necessarily God’s will. Every human being pairs, and if in time he will find his life mate. Humans can only step and strive and pray. As hard as we can, we try to impose our soul mate, if God does not match us with someone we want to eventually be separated and cannot unite.
Then the last is death. If wealth and match sound good to our ears, then this one is the opposite. Yes, death is a pleasure breaker for every human being. Death itself is mysterious, we will never know when and where we will die. Death cannot be denied. Death cannot be delayed or advanced even if only for a moment. Death will still come to us even though we take refuge in a strong wall. Death can come anytime without permission. Death can come to every human being regardless of the age of either children, young or old.
From those three things, we can take lessons for ourselves. That sustenance, soul mate and death are mysterious things and beyond human ability and will. That is God’s will. We as creatures only carry out what He has determined. Let us be wise about the gift of life that God has given us. We act like water flows according to His command. (Translated by Google Translate and edited by Almusto, June 2, 2019)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed